Selasa, 19 Maret 2013

pengecoran dengan cetakan plaster dan keramik

Pengecoran dengan Cetakan Plaster
Pada dasarnya pengecoran dengan cetakan plaster mirip dengan pengecoran cetakan pasir, hanya cetakannya dibuat dengan plaster (2CaSO4-H2O) sebagai pengganti pasir. bahan tambahan, seperti bubuk dan silika dicampur dengan plaster untuk:
  • Mengatur  kepadatan,
  • Mengatur waktu pengeringan cetakan,  
  • Mengurangi terjadinya keretakan, dan
  • meningkatkan kekuatan.
Untuk membuat cetakan, plaster dicampur dengan air dan dituangkan ke dalam pola plastik atau logam dalam rangka cetak (flask) dan dibiarkan mengering (catatatn: pola kayu kurang cocok menggunakan metode ini).
Kelemahan:
  • Perawatan cetakan plaster sulit sehingga jarang digunakan untuk produksi tinggi;
  • Kekuatan cetakan kurang apabila terlalu kering;
  • Bila cetakan tidak kering uap lembab akan merusak hasil coran;
  • Permealibitas cetakan rendah, sehingga uap sulit keluar dari rongga cetak;
  • Tidak tahan temperatur tinggi.
Cara menanggulangi kelemahan:
  • Keluarkan udara sebelum diisi cairan;
  • Anginkan plaster agar dihasilkan plaster yang keras dan padat
  • Gunakan cetakan dengan komposisi dan perawatan yang khusus yang dikenal dengan proses Antioch.
Proses antioch adalah proses yang menggunakan 50% campuran pasir dengan plaster, memanaskan cetakan dalam autoclave (oven yang menggunakan uap air yang super panas dan bertekanan tinggi), dan kemudian dikeringkan. Dengan menggunakan cara ini akan menghasilkan permealibitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan cetakan plaster yang konvensional.

Keuntungan:
  • Permukaan akhir baik;
  • Dimensi akurat:
  • Mampu membuat bagian coran yang tipis.
Pengecoran dengan cetakan plaster pada dasarnya digunakan untuk logam yang memiliki titik lebur yang rendah seperti: alumunium, magnesium, dan paduan tembaga.

Contoh Penggunaan:
  • Cetakan logam untuk mencetak plastik, karet, 
  • Sudu-sudu pompa dan turbin, dan
  • Produk coran lainnya yang memiliki geoetri yang rumit.
Cetakan Keramik
Cetakan keramik mirip dengan cetakan plaster, bedanya cetakan keramik menggunakan bahan keramik tahan api yang lebih tahan temperatur tinggi dibandingkan dengan cetakan plaster. Jadi cetakan keramik dapat digunakan untuk mencetak baja, besi tuang, dan paduan lainnya yang memiliki titik lebur tinggi. Penggunaannya sama dengan cetakan plaster, hanya saja titik lebur coran lebih tinggi. Kelebihan lainnya = cetakan plaster.
 Sumber: Fundamentals of Modern Manufacturing-Mikell P.Groover

Hot Chamber Die Casting Animation

Senin, 18 Maret 2013

centrifugal casting

Prinsip:pengecoran sentrifugal dilakukan dengan cara menuangkan logam cair ke dalam cetakan yang berputar. akibat pengaruh gaya sentrifugal logam cair akan terdistribusi ke dinding rongga cetak dan kemudian membeku.

Kelebihan menggunakan centrifugal casting:
1. Riser tidak diperlukan.
2. Produk yang berlekuk-lekuk dapat diproses dengan permukaan yang baik.
3. Toleransi benda kecil.
4. Benda kerja uniform.

Kekurangan menggunakan centrifugal casting:
1. Harga peralatan mahal.
2. Biaya maintenence mahal.
3. Laju produksi rendah.
4. Satu cetakan hanya digunakan untuk satu produk.
5.Gaya sentrifugal besar.

Jenis-jenis pengecoran sentrifugal:
1. Pengecoran sentrifugal sejati.
2. Pengecoran semi sentrifugal.
3. Pengecoran sentrifuge.

Pengecoran Sentrifugal Sejati
Dalam pengecoran sentrifugal sejati, logam cair dir\tuangkan ke dalam cetakan yang berputar untuk menghasilkan benda cor yang berbentuk turbular, seperti pipa, tabung, bushing, cincin, dan lain-lain.
dalam gambar 3.13 ditunjukan logam cair dituangkan ke dalam cetakan horisontal yang sedang berputar melalui cawan tuan (pouring bashin) yang terletak pada salah satu ujung cetakan. Pada beberapa mesin, cetakan baru diputar setelah logam cair dituangkan. kecepatan putar yang sangat tinggi menghasilkan gaya sentrifugal sehingga logam akan terbentuk sesuai dengan bentuk dinding cetakan. Jadi, bentuk luar dan bentuk cor bisa bulat, oktagonal, heksagonal atau bentuk-bentuk yang lain, tetapi sebelah dalamnya akan berbentuk bulatan, karena adanya gaya radial yang simetri.
Karakteristik benda cor hasil pengecoran sentrifugal sejati:
  • Memiliki densitas (kepadatan) yang tinggi terutama pada bagian luar coran.
  • tidak terjadi penyusutan pembekuan benda terutama pada bagian luar cor karena adanya gaya sentrifugal yang bekerja secara kontinu selama proses pembekuan.
  • Cenderung ada impuritas pada dinding sebelah dalam coran dan hal ini dapat dihilangkan dengan pemesinan.
Pengecoran Semi Sentrifugal: 
 Pada metode ini, gaya sentrifugal digunakan untuk menghasilkan benda cor yang pejal bukan turbular. Cetakan dirancang dengan riser pada pusat untuk pengisian logam cair,seperti ditunjukan pada gambar 3.14.


Densitas logam dalam akhir pengecoran lebih besar pada bagian luar dibandingkan dengan bagian dalam coran yaitu bagian dekat dengan pusat rotasi. Kondisi ini dimanfaatkan untuk membuat benda dengan lubang di tengah, seperti roda, puli. Bagian tengah yang memiliki densitas rendah mudah dikerjakan dengan pemesinan.
Pengecoran sentrifuge:
Dalam pengecoran sentrifuge cetakan dirancang dengan beberapa cetakan rongga cetak yang diletakan disebelah luar dari pusat rotasi sedemikian rupa sehingga logam cair yang dituangkan ke dalam cetakan akan di distribusikan ke setiap rongga cetak dengan gaya sentrifugal, seperti pada gambar 3.15
Proses ini digunakan untuk benda cor yang kecil, dan tidak diperlukan persyaratan simetri radial seperti dua jenis proses sentrifugal lain.Perbedaan antara sentrifugal sejati, semi sentrifugal dan sentrifuge ditunjukan pada tabel 3.1 
Sumber: Fundamentals of Modern Manufacturing-Mikell P.Groover

Rabu, 06 Maret 2013

sand casting video

centrifugal casting video

Selasa, 05 Maret 2013

buku pengecoran jilid 2

Senin, 04 Maret 2013

pengecoran

untuk mengunduh klik pengecoran